Pembelajaran Menulis Untuk Anak Disgrafia

Posted on

Pembelajaran menulis untuk anak disgrafia adalah proses pembelajaran berkebutuhan khusus yang ditujukan kepada anak (Children with special education need) yang mengalami kesulitan dalam membuat tulisan. Yang perlu dipahami di sini adalah anak disgrafia yang mengalami hambatan dalam menulis, tetapi normal dalam berbicara dan  kemampuan lainnya.

Tanda-tanda disgrafia adalah anak kesulitan untuk membuat huruf maupun simbol matematis. Di samping itu ditandai juga dengan ketidakmampuan dalam mengeja, mengingat kosa kata, dan menuliskannya ke dalam kertas. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu mengidentifikasi secara cermat atas tanda-tanda anak mengalami disgrafia terutama ketika anak kesulitan menulis tangan.

Dari identifikasi gejala tersebut guru dapat menetapkan strategi yang tepat untuk pembelajaran menulis awal bagi anak disgrafia. Dengan melakukan penanganan sejak dini akan lebih dapat membantu anak belajar menulis dan anak menjadi tidak frustasi karena menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dasar yang harus dimiliki oleh siswa tingkat pendidikan dasar.

Ilustrasi Anak Disgrafia

Pembelajaran Menulis Untuk Anak Disgrafia

Kegiatan bimbingan belajar menulis pada anak disgrafia dapat diawali dengan kegiatan persiapan menulis, yaitu

  • pengendalian otot, keterampilan ini dikembangkan melalui aktivitas manipulasi gerakan, misalnya: memotong dengan gunting, menggambar dengan ujung jari, menelusuri dan mewarnai,
  • koordinasi mata dan tangan, keterampilan ini dilakukan melalui kegitan menggambar lingkaran dan bentuk geometri lainnya,
  • diskriminasi visual, keterampilan ini dilakukan dengan latihan membedakan bentuk, ukuran dan warna.

Selanjutnya pada kegiatan pembelajaran menulis yang sebenarnya guru dapat menggunakan beberapa strategi. Yusuf, dkk (2003), menyarankan beberapa strategi berikut:

1. Strategi kegiatan pra menulis.

Kegiatan ini dilakukan dengan berlatih menggunakan alat tulis, misalnya dengan berlatih memegang pensil, posisi duduk, dan jarak mata dengan buku. Pensil yang cocok digunakan adalah pensil segitiga atau pencil grip (trigonal pencil). Bentuk trigonal pencil dengan pola pegangan tangan yang nyaman akan membentuk posisi jari yang tepat dan benar dalam memegang pensil sehingga anak yang mulai belajar menulis dengan tangan dapat merasakan kenyamanan. Dengan pensil ini anak berlatih menulis dengan kegiatan awal berupa mencorat coret buku. Anak juga dapat dilatih menulis di udara, dan menulis di atas media yang bertekstur. (fingerpainting),

2. Strategi menjiplak huruf.

Kegiatan ini diawali dengan kegiatan menarik garis, membuat bentuk-bentuk bangun datar, menyambung titik, menelusuri garis (tracing) dan menjiplak bentuk huruf. Kegiatan ini perlu dilakukan secara terus menurus sampai anak berhasil dalam menulis huruf,

3. Strategi menulis huruf balok.

Caranya mula-mula guru menunjukkan huruf kemudian menyebutkan nama sambil memperagakan cara menulis. Lalu anak menelusuri huruf dengan pensil dan menyalin di kertas. Berikutnya secara berangsur-anggsur huruf disajikan dengan tulisan tebal kemudian ketebalan secara berangsur dikurangi, yaitu dengan mula-mula huruf ditulis secara tebal, kemudian ditipiskan dengan bentuk titik-titik atau garis putus-putus, atau huruf dengan titik pada bagian sudut saja.

4. Strategi menulis bersambung.

Kegiatan diawali dengan tahap transisi, yaitu dengan mula-mula, kata-kata ditulis dalam huruf balok, kemudian huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis putus dengan pensil warna, kemudian anak menelusuri huruf balok dan garis penghubung. Setelah anak lancar dengan cara ini dilanjutkan dengan menulis bersambung yang sebenarnya. Menulis bersambung yang sebenarnya adalah menulis bersambung secara wajar, yaitu menulis tanpa bantuan garis dan titik-titik untuk kemudian ditebalkan, tetapi menulis dengan huruf-huruf untuk membentuk kata dan kalimat secara wajar.

Sumber: Diah Ayuningtyas – Suhartono | UPBJJ-UT Semarang

 

Pembelajaran Menulis Untuk Anak Disgrafia – Padamu Negeri

Gambar Gravatar
Mengingat pentingnya pendidikan bagi semua orang, maka Admin Blog Padamu Negeri ingin berbagi pengetahuan dan informasi seputar pendidikan walaupun dengan keterbatasan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *